Jumat, 19 Juni 2009

Tugas Manajemen Keuangan

  1. Sebutkan dan jelaskan dua komponen utama return !
  2. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber risiko yang saudara ketahui !
  3. Jelaskan mengenai risiko sistematis dan risiko tidak sistematis!
  4. Jelaskan yang dimaksud dengan portfolio efisien dan portfolio optimal !
  5. Jelaskan ungkapan “Janganlah menaruh semua telor dalam satu keranjang” dalam hubungannya dengan manajemen investasi !
  6. Sebutkan kontribusi-kontribusi penting dari pendapat Markowitz !
  7. Jelaskan kontribusi model indeks tunggal untuk mengatasi perhitungan yang kompleks dalam penggunaan model Markowitz !
Jawaban :

  1. Sebutkan dan jelaskan dua komponen utama return !
Metode yang diterima secara umum untuk menilai perusahaan adalah metode discounted cash flow. Mari kita gunakan model ini.

Image
Model di atas pada dasarnya mengilustrasikan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh arus kas bersih yang diharapkan selama periode operasi yang didiskontokan pada tingkat return yang diharapkan.

Jadi, dua faktor penentu adalah:
(1) besarnya dan timing arus kas bersih yang diharapkan dan
(2) tingkat return yang diharapkan (expected return) sebagai discount rate.

Kita mulai pembahasan dari bagian penyebut (denominator), yaitu tingkat return yang diharapkan sebagai discount rate.
Secara sederhana, tingkat return yang diharapkan terdiri dari dua komponen utama:

Tingkat return yang diharapkan = tingkat return bebas risiko + premium risiko

Tingkat return bebas risiko merupakan return yang diberikan oleh sekuritas yang risikonya hampir tidak ada, seperti :

1. Obligasi Republik Indonesia
2. Surat Utang Negara.

Tingkat return bebas risiko ini menunjukkan return yang diterima karena investor menanggung masalah time value of money, seperti inflasi yang membuat uang tahun depan lebih kecil daripada uang senilai pada saat ini. Dengan demikian, tingkat return bebas risiko ini belum mencakup masalah risiko yang sesungguhnya.

Return adalah imbalan atas keberanian Investor menaggung resiko, serta komitmen waktu dan dana yang telah dikeluarkan oleh investor itu sendiri

Adapun Sumber - Sumber Return Terdidi dari 2 komponen :
1. Yield (pendapatan + nominal )
2. Capital Gain ( Loss )

Dengan demikian REturn Total Investasi adalah = Return Total = Yield + Capital Gains

2. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber risiko yang saudara ketahui !

1. Risiko Suku Bunga

2. Risiko Pasar

3. Risiko Inflasi

4. Risiko Bisnis

5. Risiko Financial

6. Risiko Liquiditas

7. Risiko Nilai Tukar Mata uang

8. Risiko negara ( Country Risk )

3. Jelaskan mengenai risiko sistematis dan risiko tidak sistematis!

(1) risiko sistematis

Risiko sistematis merupakan risiko yang dihadapi oleh semua pelaku ekonomi. Misalnya, tingkat inflasi, tingkat suka bunga, bencana alam, ketidakstabilan politik dan keamanan, dan lainnya yang bersifat makro. Risiko ini tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi portofolio
(2) risiko spesifik.
Risiko spesifik merupakan risiko yang secara spesifik dihadapi oleh suatu aset. Misalkan seoarang investor memiliki saham pada PT Alpha yang memproduksi telepon seluler. Jika strategi pemasaran PT Alpha tidak tepat sehingga produknya tidak diterima pasar atau jika terjadi penyelundupan produk ke negara tertentu oleh oknum, itu adalah risiko spesifik.
Disebut risiko spesifik Karena risiko tersebut belum tentu atau besar kemungkinan tidak dialami oleh perusahaan lain; dengan kata lain, risiko tersebut secara spesifik hanya dihadapi oleh perusahaan tersebut.
Risiko ini pada dasarnya dapat dihilangkan melalui diversifikasi aset. Contoh sederhana, investor yang memiliki PT Alpha tadi juga berinvestasi di PT Charlie yang memproduksi udang. Misalkan pada saat yang sama PT Charlie sukses besar dalam meningkatkan laba, kerugian PT Alpha tadi dapat ditutup oleh keuntungan PT Charlie karena risiko tiap perusahaan adalah spesifik dan independen.

4. Jelaskan yang dimaksud dengan portfolio efisien dan portfolio optimal !
portofolio efesien berarti portofolio yang bisa memberikann return maksimal pada tingkat resiko tertentu , sedangkan portofolio optimal merupakan Portofolio yang dipilih seorang investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada kumpulan Portofolio Efesien sesuai dengan preferensi - nya terhadap tingkat return maupun resiko.

5. Jelaskan ungkapan “Janganlah menaruh semua telor dalam satu keranjang” dalam hubungannya dengan manajemen investasi !

“Don't put eggs on the one basket”;
untuk mengingatkan kita untuk tidak menginvestasikan uang atau kekayaan hanya pada satu non kelembagaan keuangan seperti investasi pada satu perusahaan komuditas karena apabila hal itu dilakukan termasuk dalam lembaga keuangan itu sendiri yang memakai sistem syariah dan lembaga keuangan tersebut mengalami kerugian besar oleh nasabahnnya, maka kita akan kehilangan seluruhh kekayaan kita.


6. Sebutkan kontribusi-kontribusi penting dari pendapat Markowitz !

Kontribusi Penting Dalam Ajaran Markowitz adalah Resiko Portofolio tidak boleh di hitung dari semua resiko asset asset yang ada dalam Portofolio, tetapi harus dihitung dari kontrubusi resiko asset tersebut terhadap resiko portofolio atau dengan istilah konvarians (' Suatu Ukuran Absolute yang menunjjukan sejauh mana Return dari dua Sekuritas dalam Portofolio cenderung untuk bergerak secara bersama sama )

7. Jelaskan kontribusi model indeks tunggal untuk mengatasi perhitungan yang kompleks dalam penggunaan model Markowitz !
MODEL SINGLE INDEX

Single Index Model memberikan sebuah alternatif analisis varian yang lebih mudah jika dibandingkan dengan analisis model markowitz, lewat SIM, kita dapat menentukan efficient set portofolio dengan kalkulasi yang lebih mudah, karena SIM menyederhanakan jumlah dan jenis input (data), serta prosedur analisis untuk menentukan fortfolio yang optimal. SIM mengasumsikan bahwa korelasi return masing-masing sekuritas terjadi karena adanya respon sekuritas tersebut terhadap perubahan indeks tertentu (seperti IHSG).
Penggunaan model indeks tunggal memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam porfolio, dalam menentukan beta, kita dapat menggunakan sebuah judgement, di samping itu kita bisa menggunakan beta historis untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. Beta historis memberikan informasi yang berguna tentang beta di masa yang akan datang karena itu seringkali para analis menggunakan beta historis sebelum mereka menggunakan judgement untuk memperkirakan beta.
Rumus Estimating Beta
Ri = αi + βi Ŕm + ei (1.19)
Persamaan ini merupakan persamaan regresi sederhana. Beta menunjukkan kemiringan (slope) garis regresi tersebut. Alpha menunjukkan intercept dengan sumbu Rij. Makin besar beta, makin curam kemiringan garis tersebut dan sebaliknya.
Beberapa variabel akuntansi yang digunakan untuk memperkirakan beta, antara lain:
a. Divident Payout (yaitu perbandingan antara dividen perlembar saham dengan laba perlembar saham)
b. Pertumbuhan aktiva (yaitu perubahan aktiva pertahun)
c. Leverage (yaitu rasio antara hutang dengan total aktiva)
d. Likuiditas (yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar)
e. Asset size (yaitu nilai kekayaan total)
f. Variabilitas keuntungan (yaitu standar deviasi dari earning price ratio)
Beta akunting (yaitu yang timbul dari regresi time series laba perusahaan terhadap rata-rata keuntungan semua (sampel) perusahaan.

Beta sekuritas individual cenderung mempunyai koefisien determinasi (yaitu bentuk kwadrat dari koefisien korelasi) yang lebih rendah dari beta portofolio. Koefisien determinasi menunjukkan proporsi perubahan nilai Ri yang bisa dijelaskan oleh Rm.
Dengan menghitung koefisien beta yang mencerminkan tingkat risiko masing-masing saham yang diamati, dan tingkat return saham, maka kita dapat menentukan excess return to beta (ERB) yang mencerminkan tingkat keuntungan yag sangat mungkin dapat dicapai. Untuk mendapatkan kandidat portofolio kuat, kita tinggal membandingkan ERB dengan Cut off Rate untuk menhasilkan saham-saham yang memiliki tingkat return yang tinggi dan risiko yang minimal yang dapat mengeliminir risiko tidak sistematis. jika suatu jenis saham angka Excess Return to Beta (ERB)-nya lebih besar dari angka batas C (cut of rate) maka saham tersebut masuk sebagai kandidat portofolio.
Penentuan proporsi dana yang diinvestasikan dapat dilakukan dengan cara membagi persentase tingkat return dengan total proporsi investasi.
Rumus dasar SIM :
Menghitung the expexted returns
+
Menghitung variance :

Menghitung covariance :

Dimana,
= Return saham i (TR)
= Return pada pasar (TR)
= Return saham yang tidak tergantung pada pasaar
= eror
= varian portofolio
= Beta
Tujuan Akhir dari Single Index Model sama dengan analisis Markowitz, yaitu mencari garis portofolio yang efisien. Dengan demikian investor dapat menentukan jenis saham dan proporsi dana yang diperlukan dalam membentuk sebuah portofolio yang maksimal dengan analisis yang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar